Ayam Aduan   Leave a comment

KOMUNITAS SABUNG AYAM

 

MEDIA AYAM (Online) – Ayam aduan sebagai petarung sangat mengandalkan kakinya untuk menjatuhkan lawan, kekutan kaki sebagai prioritas utama untuk mencari ayam aduan yang bagus. Bentuk kakipun beraneka ragam ada yang bulat adapula berbentuk …persegi (blimbing : Jawa red) dan ukurannya tentu juga tidak sama ada yang kecil dan besar. Untuk menentukan pilihan bentuk kaki yang bagaimana memang perlu pengalaman yang cukup untuk mengamati. Salah satu peternak besar di Bangkok Weeradaj Payoosiripong yang telah puluhan tahun mengembangkan ayam aduan menilai kaki yang kecil lebih cepat dan pukulanya sakit.

Memang dalam perkembangan bentuk kakipun mengalami beberapa trend atau perubahan seperti di Thailand, dulu menyukai ayam yang memiliki kaki blimbing dikenal memiliki pukulan yang berat, hal ini juga terjadi di Indonesia. Tapi Siripong terus mengamati setelah membandingkan dengan kaki ayam berbentuk bulat ternyata yang ukuranya (diameter) lebih kecil pukulanya lebih sakit. Mengingat pukulan yang berat belum tentu sakit, meskipun menerima pukulan bertubi-tubi terhnyata tidak mudah untuk menjatuhkan lawan, berbeda dengan kaki kecil ternyata pukulanya sangat dirasakan sehingga lebih cepat membuat lawan tak berdaya dan menyerah.

Siripong yang ditemui Sutejo dan Teraporn dari Media Ayam di peternakanya yang berada di kawasan Phutthamonthon Sai Pirade Bangkok menunjukkan kaki kecil yang dimaksud yaitu kaki ayam yang memiliki diameter lebih kecil dibanding dengan ayam lain yang postur tubuhnya sama, dan bentuknya bulat seperti rotan. “Kalau sering mengamati akan lebih mudah apakah ini kaki kecil atau tergolong besar dan tak perlu membandingkan dengan ayam lain,” ujar Siripong saat ditanya tentung perbadingan besar kecilnya kaki.

Selain melihat dari diameter kaki, juga harus melihat bentuk jari-jari yang dimiliki. “Jari-jari harus kecil, semakin keujung semakin kecil,” papar Siripong sambil menunjukkan jari ayam yang dimaksud. “Apa istilahnya jari yang bentuknya demikian di Indonesia,” tanya Siripong pada Media Ayam. “Istilah bahasa Jawa ‘Merit’,” jawab Media Ayam singkat.

Bahkan menurut Siripong, memprediksi keistimewaan ayam aduan berdasarkan kaki 90 % akurat, sementara berdasarkan anatomi atau katurangga lainya akurasinya hanya 50 %. Tentu saja Siripong menyarankan, paling utama memilih ayam aduan harus melihat kakinya, meskipun tidak boleh meninggalkan tanda atau ciri-ciri anatomi lainnya sebagai penunjang.

Lebih penting lagi harus ditunjang perawatan dan latihan serta makanan yang sesuai dengan kebutuhan ayam aduan termasuk vitamin dan obat-obatan yang diperlukan, yang bisa membuat kondisi ayam aduan semakin prima, sehingga keistimewaan yang dimiliki dapat digunakan secara maksimal tepat pada sasaran yang mematikan.

Mengingat bagaimanapun keistimewaan pukulan kaki yang dimiliki, jika tidak ditunjang dengan tenaga atau kekuatan yang maksimal pula tidak akan berarti apa-apa, sementara untuk menghasilkan tenaga yang maksimal dapat dibantu melalui latihan dan ditunjang pakan serta obat-obatan yang tepat, selain itu peran anatomi lain untuk menghasilkan pukulan juga sangat diperlukan misalnya kondisi bulu sayap dan ekor, jika bulu sayap dan ekor sempurna akan membantu kekuatan saat melancarkan pukulan.

Begitu pula dengan ketrampilan paruh, semakin cekatan dalam mematuk akan semakin sering melepaskan pukulan ke lawan dan mantapnya patukan akan membuat ayam yang dipukul semakin terasa selain sasaranya tepat juga menahan kepala saat melancarkan pukulan membuat pukulan semakin terasa sakitnya. (Sut)

 

 

 

KOMPETISI AYAM LAGA DI THAILAND

Suatu hari keponakan saya membawa sebuah majalah tentang ayam, setelah saya baca, ternyata itu majalah Media Ayam milik Pak Sutedjo yang bbrp waktu lalu pernah muncul di forum kita. Di salah satu halaman majalah tersebut ada artikel yang berisi tentang Kompetisi Ayam Laga Tingkat Internasional di Thailand, yang salah satu pesertanya berasal dari Indonesia. Berikut cuplikan artikelnya.
Ketika TICCDA merayakan HUT-nya yang pertama, lembaga ini menggelar kompetisi sabung ayam yang diberi nama International Cockfighting Amateur Competition di Tambon Thaboonmee,tahun 1999. Bekas Menteri Perdagangan dan Perniagaan Thailand, Dr. Anuwat Watanapongsiri membuka acara tersebut.
Delapan Negara ambil bagian dalam perhelatan ini seperti Cina, Jepang, Vietnam, Indonesia, Myanmar, Laos dan Kamboja. Cina mengandalkan ayam hasil biakan negerinya dari Kai Fong, Kunming dan Jen Chow. Pada kesempatan itu TICCDA juga meluncurkan seperangkat aturan main yang baku.
Bagaimana aturan dari kompetisi TICCDA yang ditetapkan menjadi aturan Asia? Yang pasti, aturan tersebut berusaha meminimalisasi cedera pada ayam. Sehingga yang tampak adalah teknik dan seni bertarung ayam tersebut. Seperti halnya tinju, TICCDA membagi pertarungan menjadi beberapa kelas.
Adapun kelas yang dipertarungkan adalah : Kelas Jerami : 2,90-2,99kg. Kelas Terbang : 3,00-3,09 kg. Kelas Bantam : 3,10-3,19kg. Kelas Super Bantam : 3,20-3,29 kg. Kelas Bulu : 3,30-3,39 kg. Kelas Ringan : 3,40-3,49 kg. Kelas Super Ringan 3,50-3,59 kg. Kelas Menengah Ringan : 3,60-3,69 kg. Kelas Ringan 3,70-3,79 kg. Kelas Berat Ringan : 3,90-3,99 kg. Kelas Berat : Tak terbatas.
Sedangkan aturan mainnya adalah sebagai berikut :
1. Pendaftaran meliputi data umum, keturunan dan berat badan.
2. Seleksi untuk kompetisi dengan mencarikan lawan yang sebanding sesuai tinggi dan berat badan.
3. Taji harus dibungkus oleh penutup yang ditetapkan TICCDA.
4. Memperbaiki paruh dan sayap dilakukan sebelum kontes.
5. Kontes dilakukan dalam 5 babak dan masing-masing berlangsung 10 menit dengan masa istirahat 2 menit.
6. Ketika masa istirharat ayam harus dipegang oleh pembantu sudut dengan fasilitas yang direkomendasikan TICCDA.
7. Luka mengelupas di kepala atau menjahit kelopak mata dilarang.
8. Penggunaan berbagai macam obet-obatan atau bahan kimia dilarang.
9. Peralatan yang digunakan untuk ayam aduan harus netral seperti air, pembalut taji dan lainnya.
10. System penjurian salah satu sebagai pemenang.
a. Kontestan dinyatakan kalah bila lari meninggalkan arena, tidak dapat berdiri tegak atau tidak bias dalam posisi
bertarung hingga tiga kali hitungan. Bias juga jika ayam tersebut berteriak keok.
b. Juri bisa menghentikan pertarungan (RSC) jka terjadi cedera serius pada ayam seperti paruh patah,
pendarahan terus menerus, kebutaan, bengkak dan lainnya. Pemilik bias menarik ayamnya dari arena dan menyerah.
c. Penilaian dilakukan olh 3 juri yang berada di 3 sudut.Penjurian dilakukan scra komputerisasi.
CARA MUDAH MEMILIH AYAM ADUAN

Ayam aduan sebagai salah satu hobi yg masih banyak diminati banyak kalangan.Namun bagaimana memilih ayam yg bagus,memang ada patokannya,sehinggaanda tdk gampang terkecoh.Bagaimana caranya?Tidak susah kok!

Ciri-ciri ayam/katuranggan ayam yg baik bisa dilihat dari paruh berparit (DEKOK) dr lubang hidung ke muka,pangkal tebal,paruh atas dan bawah sama panjangnya.Mata masuk ke dalam,sipit,jernih dan kening menonjol,mata bersih,Jika mendapati pelupuk mata ada celaknya/warna hitam,pertanda mental kurang bagus.

Jengger tebal dan halus (LUMER),kepala bulat dan panjang (NJAMBE),.Kulit muka tebal dan halus.Jgn pilih tebal dan kasar,sebab mental ayam demikian,masih kurang bagus dan tdk tahan pukul.Jilingnya pilih yg tebal dan lebar.Bila Jiling kecil,mk mudah patah dan leher tdk tahan pukulan keras.Sedang leher boleh pilih panjang atau pendek,sama saja.Kalau leher ayam saat tidur,diselonjorkan ke depan (SONGGO BUMI),biasanya mentalnya bagus!

Bulu rawis leher panjang dan tebal (NGEROP).Perlu diperhatikan jika bulu leher pendek,warna hitam,dan bagian pangkal ada warna putih (SONGGO RIKMO),biasanya mental kurang bagus.Pangkal sayap tulangnya tebal dan kencang.Jika dilipat keatas dan kebawah terasa kencang dan kaku.Sedangkan bulu sayap harus panjang,sedangkan ujungnya sampai ke ekor.Bagian sayap paling ujung,ada bulu sayap putih (GEGER KARANG),biasanya ayam alot dan ulet,gak mudah menyerah!

Dada bidang dan tegak.Ketika berdiri miring 60 derajat.Tubuh bagian dada lebih lebar daripada bagian belakang.Jika terjadi sebaliknya,ayam tsb pukulannya mencabar dan susah melancarkan pukulan telak,akurasi pukulan kurang baik.Plihlah butuh yg ngontong.Jika dibagian dada tumbuh bulu2 lebar,mk disebut BIMA KURDA,wibawa bagus dan beryoni/menangan.

Paha pilihlah yg berbentuk tipis/gepeng,karena paha bulat tidak dapat menyabet dari samping,alias side kicknya tidak jalan.Kaki boleh bentuk bulat ataupun belimbing,tetapi harus kering.Sisik bagian muka biasanya terdiri dari dua jalu,kiri dan kanan.Kalau alurnya bagus dan rapi disebut PANCURAN EMAS,biasa ayam tsb jarang kesialan/jarang apes.Kalau menemukan sisik melik di tengahnya,sebaiknya jgn dipilih,karena kurang awas.Dan bilang sedang tarung,matanya bisa kejalu.Yg baik bila sisik kaki ada sisik melingkar/blebet,sebanyak 1-3 biji tepat di bawah taji,NAGA MANGSA,biasanya pukulnya sakit.

Jari kaki kecil panjang seperti duri bambu.Pilih sisi jarinya jika ada yg pecah bagian nomer 2 dari muka.Lebih baik lagi jika sisik jari belakang pecah semua,TANJUNG KARANG,pukulannya ngerusak.Sedang jalu posisinya boleh dekat jari belakang,boleh juga berjauhan.Karena banyak yg beranggapan,posis jalu dekat jari belakang,mk pukulannya pasti jalon.Namun jika diperhatikan,apakah ayam itu jalon atau tidak,akan ditentukan oleh ayam itu sendiri.Kenyataannya banyak ayam yg mempunyai pukulan jalon,meskipun jarak jalu dan jari belakang berjauhan.Jadi soal ini memang sangat tergantung dgn kepandaian ayam utk menggunakan senjatanya dlm mengalahkan lawannya.

Re: CARA MERAWAT AYAM ADUAN

Wah Mas Opik kalau bicara merawat ayam aduan, masing2 punya cara tersendiri.
Kalau cara saya cuma puter, jemur, gebrak, dan umbar.
– Puter : Max 3 x seminggu (waktunya bisa dikontrol dari stamina ayam itu sendiri).
– Jemur : Bisa dilakukan setiap hari jam 6 s/d jam 10 (jgn lupa ayam dimandikan dahulu).
– Gebrak : Sesuaikan dengan kondisi ayam dengan cara meningkatkan secara bertahap (masa tenggang 10 hari)
– Umbar : Ini yang paling penting, minimal 2 jam / hari. Biasanya sebelum diumbar..ayam saya mandikan dahulu lalu dijantur (ayam diangkat sekitar 1/2 M, dgn cara memegang buku ekornya selama 5 – 10 mnt).

Selama masa perawatan ayam jg harus diberikan telor, madu atau jamu kalau ada..juga istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina dan tenaganya kembali.

Untuk latihan fisik dimalam hari, sy tidak pernah lakukan (karena waktunya ayam tidur/istirahat). Kecuali kalau di lingkungan mas Opik suka ngadu dimalam hari, maka ayam sekali-kali di gebrak malam hari untuk membiasakan saja.

 

 

Kriteria ayam ideal

Sebagian orang beranggapan, bahwa ayam yg punya teknik bagus, nge-‘lock’ kiri kanan, dianggap ayam bagus. Disisi lain, ayam dgn teknik sederhana dianggap kurang ‘mewah’.
Banyak juga ayam yg dianggap jelek (ngoyor) ternyata mampu mengalahkan ayam yg dianggap bagus (lock kiri-kanan).
Hal ini membingungkan. Ayam bagus koq kalah..?
Mungkin ini karena salah persepsi, bahwa pandangan hobiis ayam laga saat ini pada umumnya masih ‘terpesona’ dgn teknik main yg indah, mampu bongkar pasang dan ngelock kiri kanan.
Padahal, teknik tarung hanyalah sebagian kecil dari syarat seekor ayam yg bagus. Maka tdk heran bila teknik bagus saja belum bisa menjamin keunggulan ayam di kalangan.
Kriteria ayam aduan yg bagus menurut saya adalah harus memenuhi unsur2 berikut :
1. Teknik tarung
2. Teknik pukulan
3. Konstruksi tulangan
4. Darah keturunan
5. Ciri fisik/Katuranggan.
1. Teknik tarung.
Seperti apa teknik tarung yg bagus? Apakah yg bisa ngalung kiri kanan? Yang bisa bongkar keluar masuk sayap? Kontrol yg bagus? Ataukah memiliki ciri unik seperti lari atau ngendul?
Semua benar… Namun dari hal2 yg dianggap bagus ini, ada 1 kesamaan dari kesemuanya. Yaitu, teknik tarung yg dianggap bagus adalah yg sulit dipukul lawan. Apapun gaya tekniknya, Kontrol, bongkar, lari, dorong, ngendul, ngumpet, dll, sekali lagi yg terpenting dan harus kita perhatikan adalah : sulit dipukul.
2. Teknik pukulan.
Banyak type pukulan yg dianggap baik. Mulai dari pukul gledek, pukul jalu, pukul badan, pukul antik, dll, kesemuanya bermuara pada satu kesimpulan bahwa pukulan yg bagus adalah yg mampu membuat efek negatif pada musuh yg terkena pukulan. Biasanya, pukulan yg membuat efek negative ini adalah pukulan yg bersih, tepat mengena pada sasarannya.
3. Konstruksi tulangan.
Tulangan yg baik harus tebal, kekar dan padat. Otot2 dan daging lembut namun tetap padat berisi dan enak/pas dipegang. Hal ini berguna sebagai penunjang daya tahan tubuh ketika menerima pukulan dari musuh. Selain itu, konstruksi tulangan yg bagus mampu menyimpan tenaga dan stamina yg bagus pula.
4. Darah keturunan.
Ayam aduan yg bagus harus jelas asal usulnya. Tidak boleh dari keturunan mental yg ‘cengeng’ dan mudah menyerah. Ayam yg bermental baja lebih baik mati dalam pertempuran atau menghindar dari musuh apabila tidak sanggup lagi melawan. Pantang baginya mengeluarkan bunyi ‘keok’ tanda menyerah.
5. Ciri fisik/katuranggan.
Banyak orang percaya bahwa katuranggan/ciri fisik yg bagus mampu membawa berkah bagi pemiliknya. Selain itu, katuranggan yg baik dipercaya memberi wibawa pada ayam sehingga musuh menjadi takut bahkan bila hanya mendengar kokoknya saja.

 

Informasi Umum Ayam Laga

Otot dan Stamina Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

 

Karakter Tulang Terbaik Ayam Bangkok (by Jackone)

 

 

Bagi penghobby tulen dan Petarung kalangan selalu mempertimbangkan aspek pendukung dan menjadi tolak ukur dalam menyeleksi kwalitas AyamTarungnya. Salah satu hal penting yang harus dan paling diperhatikan adalah karakter dan kerapatan tulang yang dimiliki oleh seekor Ayam Bangkok. Beberapa patokan yang sering digunakan untuk menandai kerapatan tulang adalah pada bagian :

 

1. Tulang Sambungan kepala dan leher lebih baik tidak menonjol.
2. Ruas tulang leher makin rapat semakin baik.
3. Celah sambungan leher dan bahu makin rapat semakin baik.

 

Cara Cepat Mengenali Ayam Bangkok F1 (by Jackone)

 

 

Cara cepat yang bisa kita lakukan untuk menentukan dan memilih apakah seekor ayam masih merupakan turunan F1 dari Bangkok asli, ataupun masih memiliki darah bangkok yang kental. Berikut beberapa ciri yang dapat dijadikan panduan:

1. Suara kokok ayam keras dan pendek.
2. Badan panjang, tulangan kasar dan kaku.
3. Pd pangkal paha belakang, trdapt bulu yg memiliki warna yg sama dg leher, bahu dan punggung.

 

Ciri-Ciri Terbaik Ayam Bangkok (by Jackone)

 

Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Oleh Jackone salah satu member di AyamBangkok.COM telah menyusun beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Beberapa ciri-ciri penting tersebut yaitu:

1. Kepala model buah pinang (Prioritas Utama)
2. Paruh panjang dan tebal
3. Leher lurus dan tebal

 

 

Ciri-Ciri Umum Ayam Laga

 

 

Beberapa Ciri-Ciri penting Ayam Laga yaitu:

  • Batok kepala dan tulang alisnya tebal.
  • Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.
  • Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.
  • Kepalanya berbentuk buah pinang.

 

Teknik Tarung Ayam Laga

 

 

Ayam Laga mempunyai beberapa jenis teknik tarung yaitu:

  • Teknik Pukulan Satu. Ayam laga yang memiliki jurus ini fisiknya terkenal kuat, dadanya tegap, serta pundak dan lehernya tidak beruas.  Di arena adu ayam, ayam ini sering disebut berian atau di Thailand disebut mai li. Para petaruh jarang yang menjagokan ayam jenis ini, karena pukulan yang dikeluarkan hanya satu persatu.  Namun, ketika pukulan tersebut tepat mengenai lawannya, dapat dipastikan lawan tersebut akan kaget dan terpojok.  Teknik pukulan yang biasa dipakai adalah pukul depan dan pukul serong.

Pelatihan Ayam untuk Empu yang sibuk

Pengalaman saya,jika kita sibuk sebaiknya jangan memelihara ayam terlalu banyak dirumah,lebih sedikit lebih efektif dan jg kasian yang dirumah yang kita titipin untuk ngurus ngasih makan (istri misalnya).4 s/d 5 ekor ayam terbaik anda dan rata2 sdh memiliki mental bertarung,atau kalo emang lancur ya semua lancuran.kalo emang lebih oper aja ke kandang teman peternak yang punya waktu banyak dirumah,atau ke rekan2 Papaji yg mau jd bapak asuh jgn lupa disiapkan stok pakan ayam aduan jgn telat,karena biasanya istri kalo liat pakan ga ada biasanya ngawur,bisa-bisa nasi bekas makan malem dikasihkan..Trus buat kandang selain tempat tidur model umbaran 1×2 atau 2×2 berpintu yang bisa anda kasih catatan tempel,agar orang rumah paham waktu memberi makan dan minumnya,serta pakan apa yg harus diberikan sesuai karakter ayamnya pukul atau jalu. alas kandang berpasir menghadap timur terkena matahari pagi,dgn atap tertutup model berjejer sehingga antar ayam bisa saling adu kokok dan saling memprovokasi membuat ayam kita lumayan aktif..Kita yang orang kantoran cuman dipagi hari mengeluarkan ayam dr kandang tidur ke umbaran,trus sorenya masukkan lg,jika sempat malam ayam bisa di latih kok,gebrak2 dikit asal lampu terang..Jangan lupa istri banyak2 disayang,kasih jajan yg cukup,karena masa depan ayam kita tergantung istri,jgn sampe ngambek bisa digoreng ayam kita..

 

 

Seputar Perawatan Ayam Laga

Kulit dan Bulu Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

Merawat kulit dan bulu ayam laga merupakan hal yg sangat diperhatikan oleh penggemar ayam laga dan ayam aduan di negeri asalnya, Thailand.  Salah satu cara yang digunakan adalah penggunaan KEMIN yg membuat warna bulu menjadi kuning, dimana penggunaan KEMIN ini menjadi salah satu ciri khas ayam laga IMPORT asli dari Thailand. Bebotoh di Indonesia beranggapan penggunaan kemin hanya mempertebal kulit, padahal kemin juga bertujuan untuk mempermudah sirkulasi udara pada bulu ayam.

 

Kulit ayam yg tidak mempunyai kelenjar keringat dipisahkan menjadi 2 bagian penting yaitu Epidermis dan Dermis. Epidermis merupakan bagian luar dari kulit yg terdiri dari Stratum Germinativum dan berikutnya Stratum Corneum. Stratum corneum merupakan bagian kulit paling luar yang terdiri dari sel yg pipih, mengeras dan disertai beberapa sel yg mati.

Read more

Add comment (24)

Hits: 18198

 

Proses Penggantian Bulu pada Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

Proses penggantian bulu atau sering disebut dengan istilah Mabung, Ngurak atau Moulting pd unggas, merupakan hal yg rutin dan terjadi tiap tahun. Pada masa ganti bulu, biasanya banyak bebotoh yg tidak menyadari tentang kondisi ayam yg membutuhkan berbagai mineral dan protein yg bertambah pada fase ganti bulu. Bebotoh masih saja memperlakukan ayamnya dgn ransum biasa, padahal ayam yg mengalami proses ganti bulu lebih memerlukan perhatian ekstra. Pada fase ganti bulu ini merupakan fase istirahat yg panjang dan perlu diberikan pakan khusus yang lebih bergizi tinggi dan mineral berikut vitamin yg cukup.

 

Rawatan Gelanggang: Part 04 – Penutup

 

 

Setelah kita selesai melakukan latihan senaman, latihan jajal serta menjaga pola makan dan suplemen sehari-hari pada ayam yang kita latih, maka hal yang tetap perlu kita lakukan adalan melihat sejauh mana perkembangan kemajuan persiapan ayam untuk turun ke gelanggang. Seluruh latihan dan pola makan yang kita berikan kita harapkan nantinya akan mampu memberikan hasil yang maksimal sewaktu ayam bertarung di gelanggang yang akhirnya akan membuahkan kemenangan.

 

Rawatan Gelanggang: Part 03 – Pola Makan

 

 

Setelah sehari-melakukan rawatan Phisik dan Mental ayam seperti pada tulisan kami sebelumnya (Rawatan Gelanggang: Part 01 – Phisik, Rawatan Gelanggang: Part 02 – Mental), maka perawatan yang terpenting lainnya adalah menjaga pola makan dan suplemen yang akan kita berikan ke ayam. Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning).

 

Rawatan Gelanggang: Part 02 – Mental

 

Setelah sehari-melakukan rawatan Phisik ayam seperti pada tulisan kami sebelumnya (Rawatan Gelanggang: Part 01 – Phisik), maka training yang selanjutnya harus kita lakukan adalah memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.

 

Rawatan Gelanggang: Part 01 – Phisik

 

 

Menurunkan ayam ke gelanggan adalah hal yang paling penting untuk mengukur sejauh mana hasil ternakan ataupun hasil rawatan kita pada ayam selama ini. Akan tetapi turun gelanggang juga menjadi momok bagi kebanyakan penggemar karena disinilah nama dan ayam bangkok yang kita miliki sesungguhnya di ukur sejauh mana kualitas dan ketahanannya. Dan inilah yang membuat kebanyakan penggemar selalu ragu untuk turun ke gelanggang.

 

  Merawat Anakan Ayam 1-4 Bulan

 

Sejak anakan menetas sampai umur 4 bulan merupakan masa pembentukan phisik ayam bangkok, di umur-umur inilah kita seharusnya dapat memberikan konsumsi pangan dan kebebasan gerakan yang maksimal. Bila tidak, maka upaya membesarkan ayam akan menjadi sia-sia.

 

 

  Introduction Pembiakan Ayam Bangkok

 

 

 

Mengawinkan sepasang Ayam Bangkok bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman.  Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan.  Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran

 

 

 

 

Minggu, 27 September 2009

leher perkasa & Pukul KO (diskusi)

 

Leher ayam bangkok yang ideal adalah yang memenuhi kriteria antara lain lentur agar mudah menghindar, kokoh untuk menahan pukulan dan liat sehingga efektif untuk mengunci.Banyak cara untuk melatih leher ayam, salah satunya dengan rajin mengurut. Selain itu, ketika ayam memasuki masa uji coba tarung (abar), maka setiap pukulan yang diterima leher secara alami akan membuat otot leher terbentuk.
Ukuran leher ayam harus proporsional, tidak terlalu panjang dan terlalu pendek. Leher yang terlalu panjang, akan membuat sulit menghindar dari pukulan lawan. Sebaliknya leher yang terlalu pendek, akan membuat sulit untuk mengunci (ngalung) lawan.
Yang terpenting lagi, selain memiliki otot leher yang baik, ruas tulang leher juga harus rapat. Ini sangat penting untuk menawan pukulan ke leher. Banyak kasus ayam KO adalah karena pukulan ke arah leher yang membuat ruas tulang terbuka sehingga syaraf yang ada di leher terganggu sekaligus cedera tulang leher

 

 

 

Ayam Pukul KO!!!!!!!!
Saya sebagai penghobi berat dan kebetulan senang beternak selalu berpegang pada 3 hal pokok dalam menghasilkan ayam adu yaitu mengkombinasikan 3 macam jagoan : jago tahan pukul, jago pukul dan jago taji soal solah atau gaya tarung itu hanya kombinasi saja. Klo anda bisa menghasilkan jago yang tahan dipukul, memukul dengan setrum tegangan tinggi dan pakai taji maka dijamin jagoan anda akan menangan. Ayam bertipe pukul KO (atau setrum) bukan kebetulan tapi bisa dihasilkan dan walaupun kondisinya kurang fit tapi dia tetap bisa memukul KO lawannya karena dia dilahirkan dengan kondisi yang demikian. Apakah ayam pukul setrum (KO) harus memiliki pukulan yang keras? Tidak. Salam JKada yang kata lain :

 

Saya rasa pukulan ayam yang terbaik adalah jika kondisi ayam juga fit/baik, jadi sekalipun ayam punya jenis pukulan stroom/ jiling maka pukulan tersebut tidak akan keluar jika kondisi ayam tidak prima…ciri ayam pukul KO biasanya dapat dilihat dari bunyi kaki ketika pukulan mengenai kepala lawan…tidak terlalu keras tapi mantap dan kemeretak ( seperti kalo kita mengunyah kacang atom ….thank

Ayam Bangkok amat terkenal di kalangan pehobi ayam petarung di Indonesia. Ayam yang berasal dari Thailand itu diakui punya kualitas yang bagus sebagai jagoan di arena. Jadi, jangan heran bila di pasaran ada banyak ayam bangkok yang dijual. Soal kualitas pun beragam, dari yang bermutu impor sampai hasil silangan lokal. Lantas bagaimana cara memilihnya?Ciri-ciri umum ayam bangkok dapat dilihat dari batok kepala dan tulang alis yang tebal, kepala berbentuk buah pinang, bulu mengilap dan kaku, kaki bersisik kasar, saat berdiri sikap badannya tegak, mata masuk ke dalam, pukulan keras dan akurat serta pandai memukul bagian vital lawan. Diingatkan untuk berhati-hati waktu memilih ayam bangkok yang akan dijadikan jagoan. Jangan sampai Anda merasa kecewa lantaran ayam yang ditawarkan tak sesuai dengan harapan. Sebab saat ini ayam bangkok yang beredar di pasaran cukup banyak jenisnya. Ada yang beneran impor, anakan impor, dan ada pula yang lokal. “Kualitas ayam bangkok impor biasanya 80% lebih unggul dibanding lokal. Itu bisa dilihat dari gaya bertarung, daya tahan tubuh, maupun kekuatan pukulannya,� jelas Iwan yang sudah hobi menyabung ayam sejak dari tanah kelahirannya, Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Faktor-faktor krusial yang amat berpengaruh pada mutu ayam bangkok impor: kualitas bibit (genetik), perawatan yang tepat sejak usia dini, dan pemberian vitamin secara teratur. Dr. Nisit Tangtrakarnpong dalam tulisannya pada Bangkok Post edisi Maret 2001 menyebutkan kriteria dan sosok ayam bangkok yang ideal untuk dijadikan ayam petarung. Ayam ini harus punya fisik yang kuat, mental bertanding yang baik dan berasal dari keturunan juara. Salah satu keturunan ayam bangkok berkualitas di Thailand berasal dari Kerajaan Ayutthaya. Raja Naresuan yang memerintah kerajaan itu punya kegemaran mengadu ayam. “Seekor ayam aduan bisa mulai diadu jika umurnya sudah delapan bulan. Atau paling nggak sudah dapat latihan tarung sebanyak 2 sampai 3 kali dengan ayam yang sudah berpengalaman,� sebut Iwan, peternak kelahiran 15 November 1961. Tiap kali latihan dibutuhkan waktu bertahap dari 1 x 10-15 menit sampai 2 x 45 menit. Sebetulnya umur terbaik sebagai ayam petarung adalah 1,5 tahun atau setelah ayam mengalami rontok bulu pertama (mabung). http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2003/1112/hobi2.jpgSejarah Ayam Bangkok Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan. Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok. Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu. Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand. Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat. Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena. Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand. Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri (lokal) tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.

jengger ayam

 

Bagi hobiis ayam aduan yang sudah berpengalaman tampaknya tidak mau meninggalkan katurangga (anatomi) dalam memilih jagoan yang dapat dihandalkan. Tentu saja beberapa katurangga bisa untuk mendeteksi kelebihan yang dimiliki ayam tersebut, salah satu contoh untuk mendeteksi nyali bisa dilihat dari jenggernya.Hampir setiap ayam jago memiliki jengger, namun jengger yang ada cukup bervariasi bentuknya, ada yang lebar, halus, kasar, bentuk bunga (mawar), nyumber dan lain sebagainya. Dari bentuk-bentuk yang ada dipercaya bentuk jengger yang blangkon (seperti topi jawa : red) memiliki mental yang cukup bagus. Bentuk jengger blangkon ini memiliki ujung jengger yang bagian belakang lebih panjang dari yang menempel di kepala, namun sampai ujung masih kelihatan seolah-olah menempel di kepala. Tidak hanya itu, jengger blangkon yang dinilai memiliki mental yang bagus juga harus lentur, tidak kaku meskipun bentuk jenggernya besar. Tentang motifnya bisa rata atau berbentuk bunga tidak masalah, hanya saja kalau rata besar terkadang sulit dipatuk lawan sementara jengger yang kecil atau berbentuk bunga lebih mudah diambil lawan.Ayam yang memiliki jengger blangkon kebanyakan tidak mudah menyerah, meskipun sudah terluka parah. Bahkan sering kali meskipun sudah tidak berdaya masih diam tidak mau menyerah (keok). Tentu saja ayam yang demikian sangat bagus jika diimbangi dengan tehnik dan pukulan yang istimewa. Kelenturan jengger ini juga menjadi acuan untuk memilih ayam aduan, kebanyakan jengger lentur dan halus memiliki keberanian yang luar biasa, selain itu juga tidak mudah terluka baik akibat patukan, pukulan maupun jalu. Bahkan kalaupun sempat berdarah jengger yang lentur biasanya lebih cepat berhenti dibanding dengan jengger yang keras.Berbeda dengan jengger yang bagian belakang yang langsung tegak lurus dengan bagian jengger yang menempel di kepala, biasanya mentalnya sangat jelek. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan saat turun di kalangan, bisa saja pukulan tidak terlalu telak, namun sudah merasa kesakitan sehingga membuatnya cepat kabur. Bentuk ayam yang demikian sering membuat kecewa pemiliknya, kadang bisa saja saat itu ayam masih kondisi unggul, karena memang memiliki tehnik dan pukulan yang bagus. Seperti yang dialami Yono saat turun di Lamongan, ayam andalanya sempat unggul telon (3 : 1), bahkan pada air pertama pukulanya sempat membuat goyah lawanya hingga 3 kali.Menginjak air (baca : ronde) kedua ayam masih unggul, tetapi begitu kena jiling (pukulan sakit) sekali saja langsung merasa kesakitan, hingga lupa ingatan. Melihat ayamnya sudah kelihatan tak berdaya, lantas Yono mengambilnya dan akhirnya dinyatakan kalah TKO. Seandainya ayam tersebut memiliki mental yang bagus, tentu pukulan yang disarangkan tersebut tidak dirasakan dan akan tetap bertahan, sehingga justru masih ada perlawanan. Mengingat secara tehnik dan pukulan masih unggul, bisa-bisa berbalik memenangkan pertarungan

 

Pemindahan Hosting AyamLaga.COM

 

 

Dear all AyamLaga.COM members,

Besok tanggal 26 Januari 2010 akan dilaksanakan pemindahan hosting website, jadi untuk sementara waktu, website ayamlaga.com tidak akan bisa diakses sampai dengan proses pemindahan selesai. Kami harapkan website akan dapat diakses kembali pada tanggal 27 Januari 2010.

 

Otot dan Stamina Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

Apa yang penting yang menjadi patokan para bebotoh dalam mengukur kemampuan ayam dalam bertarung. Setiap bebotoh mempunyai standar yang beragam dan berbeda-beda. Wiring kuning, warna merah dan hitam,kaki yang tumpuk bila diangkat, pegangan yang pas dan cekelannya empuk seperti memegang bebek dan sebagainya. Semua ini berdasarkan dari hasil pengalaman para bebotoh yang telah melahirkan berbagai Jagoan yang selama ini diyakini mempunyai kekuatan dan pukul. Namun walaupun demikian, pukul sendiri memang belum memberikan suatu patokan yang pasti, dimana hal yang juga dapat dijadikan sebagai acuan adalah seberapa keras dan akurat pukulnya dan seberapa tahan napasnya.

 

Akurasi pukulan pada ayam laga dipengaruhi dua faktor penting yaitu pertama perbandingan ideal tulang kaki dan faktor kedua adalah Otot yang berperan penting dalam menentukan arah, kecepatan dan kekuatan pukulan.

 

 

Kulit dan Bulu Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

Merawat kulit dan bulu ayam laga merupakan hal yg sangat diperhatikan oleh penggemar ayam laga dan ayam aduan di negeri asalnya, Thailand.  Salah satu cara yang digunakan adalah penggunaan KEMIN yg membuat warna bulu menjadi kuning, dimana penggunaan KEMIN ini menjadi salah satu ciri khas ayam laga IMPORT asli dari Thailand. Bebotoh di Indonesia beranggapan penggunaan kemin hanya mempertebal kulit, padahal kemin juga bertujuan untuk mempermudah sirkulasi udara pada bulu ayam.

 

Kulit ayam yg tidak mempunyai kelenjar keringat dipisahkan menjadi 2 bagian penting yaitu Epidermis dan Dermis. Epidermis merupakan bagian luar dari kulit yg terdiri dari Stratum Germinativum dan berikutnya Stratum Corneum. Stratum corneum merupakan bagian kulit paling luar yang terdiri dari sel yg pipih, mengeras dan disertai beberapa sel yg mati.

 

Kontes Photo Ayam Laga Mei 2009 (Voting Dimulai)

 

 

Melanjutkan kontes kita di bulan lalu, kita akan mengadakan kontes lagi untuk bulan Mei 2009. Buat pemenang di bulan lalu sekali lagi kita ucapkan selamat.

Sama seperti bulan lalu, kontes di bulan ini akan kita beri nama “Kontes Photo Ayam Laga Terbaik Mei 2009″

Persyaratan :
1. Photo ayam yang diikutsertakan adalah milik sendiri, dan pada photo harus disertakan Nama Ayam dan Umur Ayam.

 

Proses Penggantian Bulu pada Ayam Laga (by Kamandaka)

 

 

Proses penggantian bulu atau sering disebut dengan istilah Mabung, Ngurak atau Moulting pd unggas, merupakan hal yg rutin dan terjadi tiap tahun. Pada masa ganti bulu, biasanya banyak bebotoh yg tidak menyadari tentang kondisi ayam yg membutuhkan berbagai mineral dan protein yg bertambah pada fase ganti bulu. Bebotoh masih saja memperlakukan ayamnya dgn ransum biasa, padahal ayam yg mengalami proses ganti bulu lebih memerlukan perhatian ekstra. Pada fase ganti bulu ini merupakan fase istirahat yg panjang dan perlu diberikan pakan khusus yang lebih bergizi tinggi dan mineral berikut vitamin yg cukup.

 

 

 

 

 

Posted May 29, 2011 by achmadariefpriyatmoko in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: